Wednesday, May 11, 2016

KELEBIHAN BERZIKIR



Berzikir ialah satu amalan yang disyariatkan dan sangat dituntut dalam Islam. Ia boleh dilakukan dengan hati atau lidah atau yang sebaik-baiknya adalah dengan kedua-duanya. Zikir merupakan tugas harian setiap Muslim kerana ia mendatangkan kekuatan dan ketenangan jiwa.

Sebagaimana yang disebut di dalam surah An-Nisa’ ayat 103 yang bermaksud,
“Kemudian apabila kamu selesai mengerjakan sembahyang, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah ketika kamu berdiri atau duduk , dan ketika kamu berbaring.”

Zikir juga merupakan bukti keterikatan seorang hamba kepada Penciptanya. Seorang muslim perlu sentiasa membasahkan lidahnya dengan zikir-zikir yang ma’tsur (diambil daripada Al-Quran dan sunnah) seperti zikir selepas solat, zikir pada waktu pagi dan petang serta zikir-zikir yang dibaca berkaitan dengan peristiwa atau sebab yang tertentu.

Allah SWT sangat menyukai orang yang lidahnya sentiasa basah dengan zikir-zikir memuji Allah. Ganjaran pahala juga telah dijanjikan oleh Allah kepada orang yang berzikir. Hal tersebut dijelaskan dengan turunnya surah Al-Ahzab ayat 35, maksudnya:

 “Golongan lelaki dan wanita yang banyak berzikir kepada Allah, Allah janjikan bagi mereka keampunan serta ganjaran yang besar.”

Menurut Imam al-Nawawi, “Ketahuilah bahawa sesungguhnya zikir tidak hanya tasbih, tahlil, tahmid dan takbir, bahkan zikir ialah setiap amalan ketaatan yang dilakukan kerana Allah SWT”.

Dari Rasulullah s.a.w, "Sesiapa yang mengucapkan 'Subahanallah hil'azimi Wabihamdih' maka akan ditanamkan untuknya sepohon pokok tamar di dalam syurga." ( H.R Muslim)

Kelebihan Berzikir

Antara kelebihan berzikir yang dinyatakan di dalam hadis-hadis yang sahih adalah:
Pertama – majlis zikir merupakan taman syurga di dunia. Daripada Anas bin Malik r.a, beliau meriwayatkan: “ Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Jika kamu melalui taman-taman syurga, maka singgahlah dengan senang. Para sahabat bertanya: Apakah taman-taman syurga itu? Baginda menjawab: halaah-halaqah (kelompok) zikir.” – Hadis hasan riwayat al-Tirmizi.
Kedua- Zikir merupakan benteng daripada gangguan syaitan.
Ketiga – Zikir penghapus dosa dan menyelamatkan daripada azab Allah.
Keempat – Zikir diumpamakan sebagai orang yang hidup.
Kelima – Zikir beroleh pahala.
Keenam- Zikir adalah tanaman syurga.
Ketujuh – Zikir adalah amalan yang paling baik dan paling tinggi darjatnya.

Kalimat Zikir yang Ringan di Mulut tetapi Berat di Timbangan Amal

Dua Kalimat Ringan Tapi Sangat Dicintai Allah dan Berat Pada Timbangan
Oleh: Badrul Tamam

سُبْحَانَ اللَّهِ وبِحَمْدِهِ - سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim
"Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
Sumber Zikir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)


Keterangan
Tiga sifat yang disematkan pada zikir di atas. Pertama, disifati dengan "Ringan diucapkan lisan" karena ia mudah dan tidak berat. Sangat ringan diucapkan oleh lisan karena sedikitnya jumlah hurufnya. Huruf-hurufnya juga terdiri dari huruf-huruf yang memiliki tempat keluar yang mudah. Tidak ada huruf yang berat diucapkan. Sehingga ringan diucapkan.

Kedua, disifati dengan "berat ditimbangan", yakni benar-benar berat saat ditimbang di akhirat karena banyaknya pahala yang diberikan kepada orang yang mengucapkannya. Nilai kebaikannya dilipatgandakan bagi yang mau menzikirkannya.

Ketiga, disifati dengan "sangat dicintai oleh Al-Rahman", yakni kedua kalimat zikir tersebut sangat dicintai oleh Allah. Tentunya, orang yang mengucapkannya juga dicintai oleh-Nya. Berarti dua kalimat zikir ini merupakan salah satu sebab turunnya cinta Allah kepada hamba.
Dipilihnya nama Allah "Al-Rahman"  menunjukkan, bahwa hadits ini menerangkan luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Dia membalas amal yang sedikit dengan pahala yang besar.
Makna Subhaanallaahi Wa Bihamdihi: Menyucikan Allah Ta'ala dari semua yang tidak pantas untuk-Nya, seperti aib dan kekurangan. Berkonsekuensi, meniadakan sekutu (pathner), pasangan hidup, anak dan semua yang tidak layak disandarkan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa Dia Maha sempurna dari semua sisi.
Digandengkannya tasbih dengan pujian menunjukkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga menunjukkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.

Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.
Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja' (pengharapan) dan khauf (Takut). Raja' terdapat pada sifat pujian yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Wallahu Ta'ala A'lam.

Penutup
Wahai saudaraku, sesudah mengetahui besarnya pahala dan makna yang terkandung dari dua kalimat zikir ini maka hendaknya kita senantiasa merutinkannya. kita senantiasa membacanya dalam keseharian kita. Karena zikir ini tidak banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tidak pula kita harus berkeringat dan mengeluarkan harta yang banyak untuk mengamalkannya.
Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan memberatkan timbangan kebaikan kita diakhirat sehingga akan termasuk orang yang bahagia. "Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (QS. Al-Mukminun: 102)

"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." (QS. Al-Qaari'ah: 6-7)

Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan menyebabkan kita mendapatkan kecintaan Allah. Siapa yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan menjaganya dan memberi petunjuk kepada anggota tubuhnya untuk berbuat yang mendatangkan ridha-Nya dan menghindari perkara-perkara yang bisa mendatangkan murka-Nya. Siapa yang dicintai oleh Allah, maka dihapuskan kesalahannya, diampuni dosanya, dan diberi keberkahan dalam hidupnya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]