Wednesday, March 18, 2026

KEUTAMAAN SHOLAT TASBIH

 

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bacaan tasbih



🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Sholat Tasbih adalah sholat sunnah 4 rakaat (siang 1 salam, malam 2 salam) yang diselipkan bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Bacaan tasbih: Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar (ditambah wa la hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhiim menurut sebagian ulama). Tasbih dibaca 75 kali per rakaat: 15 kali saat berdiri (setelah baca surat), 10 kali di ruku', i'tidal, sujud pertama, duduk antara dua sujud, sujud kedua, dan duduk istirahat.

Tata Cara Sholat Tasbih (4 Rakaat):
Niat:
Siang Hari: "Ushalli sunnatat tasbihi arba'a raka'atin lillahi ta'ala" (4 rakaat 1 salam).
Malam Hari: "Ushalli sunnatat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala" (2 rakaat 1 salam, diulang 2 kali).

Rakaat Pertama:
Takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek (disunnahkan At-Takatsur atau Al-A'la).
Baca tasbih 15 kali sebelum ruku'.
Ruku': Baca doa ruku' (3x), lalu baca tasbih 10 kali.
I'tidal: Bangkit, baca doa i'tidal (3x), lalu baca tasbih 10 kali.
Sujud Pertama: Baca doa sujud (3x), lalu baca tasbih 10 kali.
Duduk di Antara Dua Sujud: Baca doa duduk (3x), lalu baca tasbih 10 kali.
Sujud Kedua: Baca doa sujud (3x), lalu baca tasbih 10 kali.
Duduk Istirahat: Duduk sebelum berdiri, baca tasbih 10 kali.

Rakaat Kedua-Keempat:
Ulangi urutan rakaat pertama hingga duduk istirahat.
Total tasbih per rakaat adalah 75 kali.

Tasyahud Akhir: Setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam, baca tasbih lagi 10 kali.
Salam.


*Jika lupa membaca tasbih pada salah satu posisi, tasbih bisa ditambahkan pada posisi sujud berikutnya atau sebelum salam.


🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Sholat tasbih adalah salat sunah istimewa yang dianjurkan Rasulullah SAW, minimal sekali seumur hidup, dengan keutamaan utama menghapus seluruh dosa—baik dosa awal-akhir, lama-baru, tidak sengaja-sengaja, maupun kecil-besar. Selain itu, salat ini bermanfaat menambah timbangan amal kebaikan, memberikan ketenangan jiwa, dan menjanjikan kebun kurma di surga.
Berikut adalah rincian manfaat dan keutamaan sholat tasbih:


Penghapus Segala Dosa: Menghapus dosa meskipun sebanyak buih di lautan.
Timbangan Amal Baik: Memberatkan timbangan amal kebaikan di akhirat.
Pahalanya Sangat Besar: Mendapatkan pahala yang agung dan tidak terputus.
Jaminan Surga: Memperoleh kebun kurma di surga.
Ketenangan Jiwa: Menghilangkan kegelisahan, kecemasan, dan penyakit hati.
Kemudahan Urusan: Memudahkan urusan dunia dan akhirat serta melancarkan rezeki.
Peningkat Iman: Meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Sholat ini dilakukan sebanyak 4 rakaat dengan total 300 bacaan tasbih, dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan.


🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Shalat tasbih adalah salah satu shalat yang dipandang oleh para ulama memiliki keutamaan yang sangat besar bagi siapa saja yang mengamalkannya. Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki di dalam kitabnya Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah menuturkan, bahwa sebagian dari kemuliaan umat Nabi Muhammad adalah Allah mengkhususkan shalat tasbih bagi mereka.

 shalat tasbih tersurat dalam sebuah hadits yang banyak dijadikan rujukan para ulama dalam menetapkan status hukum shalat tasbih. Hadits tersebut—salah satunya—diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud sebagai berikut:

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: " يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أحبوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ، غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّة 

Artinya: “Dari Abdullah bin Abbas radliyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib, “Wahai Abbas, pamanku, tidakkah aku memberimu? Tidakkah aku memberi tahumu? Tidakkah aku lakukan kepadamu? Sepuluh perkara bila engkau melakukannya maka Allah ampuni dosamu; yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tak dilakukan karena kesalahan dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah shalat empat rakaat, pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan surat lainnya. Ketika engkau telah selesai membaca di rakaat pertama dan engkau masih dalam keadaan berdiri engkau ucapkan subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, ucapkan kalimat itu sepuluh kali saat kau ruku’. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’ (i’tidal), engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud, kau baca kalimat itu sepuluh kali dalam bersujud. Kemudian engkau angkat kepalamu dari bersujud, egkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau bersujud (yang kedua), engkau baca kalimat tu sepuluh kali. Kemudian engkau angkat kepala, engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Itu semua ada tujuh puluh lima dalam setiap rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. 

Bila engkau mampu melakukannya setiap sehari sekali maka lakukanlah. 

Bila tidak maka lakukan setiap satu jum’at sekali. 

Bila tidak maka setiap satu bulan sekali. 

Bila tidak maka setiap satu tahun sekali. 

Bila tidak maka dalam seumur hidupmu lakukan sekali.” 

Secara tekstual dari hadits di atas Rasulullah telah menjelaskan keutamaan yang begitu besar dalam shalat tasbih. Dengan empat rakaat shalat tasbih semua dosa yang dilakukan oleh orang yang mengamalkannya diampuni oleh Allah. Ini bisa disimpulkan dari ungkapan Rasulullah yang memerinci secara detail sifat-sifat dosa yang diampuni; awal dan akhir, sengaja dan tidak sengaja, kecil dan besar, sembunyi dan terang-terangan. Bahkan Sayid Muhammad Al-Maliki menyebutkan bahwa dosa besar pun dapat terampuni hanya dengan melakukan shalat tasbih ini. Hanya saja beliau juga menggarisbawahi bahwa pengampunan itu apabila pelaksanaan shalat tasbih tersebut dibarengi dengan pemenuhan syarat-syarat bertobat yang terdiri dari istighfar (meminta ampun), penyesalan, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi. Dalam kitab Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah Sayid Muhammad Al-Maliki menyatakan:

 يدل بظاهره على ان الكبائر تغفر بمجرد فعل هذه الصلاة. وهو محمول على ما اذا اقترنت ببقية شروط التوبة من الاستغفار والندم والعزم على عدم العود 

Artinya: “Secara dhahir hadits itu menunjukkan bahwa dosa-dosa besar terampuni hanya dengan melakukan shalat tasbih ini. Itu bisa dipahami apabila shalat tasbih itu dibarengi dengan syarat-syarat bertaubat yang terdiri dari memohon ampunan, menyesali, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi.” (Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki, Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah, 1985, tanpa penerbit, hal. 101) Hanya saja—masih menurut beliau—dosa-dosa yang diampuni ini tidak mencakup dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak sesama hamba, hanya dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-haknya Allah saja. Besarnya keutamaan shalat tasbih juga bisa dilihat dari kalimat Rasulullah dalam menganjurkan melakukan shalat sunah ini. Secara runtut beliau menganjurkan agar shalat tasbih ini dilakukan sehari sekali, bila tidak mampu maka seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, hingga setidaknya sekali seumur hidup. Imam As-Subki—sebagaimana dikutip Al-Haitami—menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut, Darul Fikr, tt., hal. 203). Wallâhu a’lam. (Yazid Muttaqin)

No comments:

Post a Comment

KEUTAMAAN SHOLAT TASBIH

  بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Bacaan ta...